Jasa Kirim Barang ke Seluruh Indonesia - Saroha Cargo

Please wait while JT SlideShow is loading images...
Jasa Pengiriman Express\

Jasa Pengiriman Barang ke Maluku dan Halmahera

 Pengiriman barang ke Maluku dibutuhkan perencanaan yang matang dan kehatian, kerena di kepulauan tersebut banyak pulau palu kecil dan infracture jalan pun masih kurang bagus, akan tetapi banyak kapal kapal rakyat dari Jakarta, Surabaya dan Manado yang singgah di Ambon, Ternate. Maluku atau daerah seribu pulau, memiliki tidak kurang dari 1.127 pulau besar dan kecil. Sebagian besar dari pulau-pulau tersebut adalah
pulau kecil yang beberapa di antaranya adalah pulau yang penting karena menjadi pusat pemerintahan dan memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, seperti pulau Ambon, pulau Ternate, pulau Kei Kecil dan pulau Dullah.
Secara historis, Maluku merujuk pada wilayah persekutuan dari empat kerajaan besar yaitu Jailolo, Ternata, Tidore dan Bacan. Wilayah persekutuan ini dikenal dengan istilah Moluku Kie Raha. Pengaruh kekuasaan persekutuan empat kerajaan ini terbentang luas dari Kepulauan Banda di Selatan P. Ambon, ke sekitar kepulauan Raja ampat di bagian Barat dan utara Papua, kepulauan Banggai di Timur Sulawesi, bahkan ke Mindanao di Selatan Filipina. Hingga saat ini pengaruh kerajaan dan sistem adat tersebut masih sangat kuat. Kuatnya pengaruh raja-raja dalam mengatur sebuah negeri atau desa dapat menjadi sistem pemerintahan alternatif bagi Maluku dalam era desentralisasi.
Sebagian besar masyarakat Maluku menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan. Komoditas perkebunan andalan mereka adalah cengkeh, pala dan kelapa. Baru-baru ini telah diupayakan usaha perkebunan jangka menengah seperti kakao sebagai alternatif dari perkebunan jangka panjang yang mendominasi sektor perkebunan di Maluku. Maluku juga terkenal sebagai daerah penghasil tanaman sagu. Sagu adalah makanan pokok bagi hampir seluruh masyarakat Maluku dan beberapa daerah lainnya di Kawasan Timur Indonesia.
Menjadi nelayan tradisional juga dilakukan oleh masyarakat Maluku sebagai mata pencaharian sampingan selain berkebun. Maluku terkenal sebagai salah satu daerah penghasil mutiara terbaik di dunia. Namun sangat disayangkan poensi sumberdaya laut Maluku lainnya, seperti potensi perikanan laut, masih belum dapat dimanfaatkan dengan optimal oleh masyarakat Maluku karena berbagai keterbatasan.


Selain potensi perkebunan dan sumberdaya laut, Maluku juga kaya akan bahan tambang. Sebut saja bahan tambang emas di Halmahera dan Maluku Utara, nikel di Gebe dan minyak bumi di Seram. Keanekaragaman hayati di wilayah Maluku terbilang unik. Hal ini disebabkan letak geografi Maluku yang berada di antara benua Australia dan Asia serta berada dalam wilayah penyebaran satwa Wallacea. Tidak sedikit flora dan fauna endemik yang hidup di Pulau ini, seperti burung bidadari halmahera (Semioptera wallacei), nuri tanimbar (Eos reticulata) dan kasturi ternate (Lorius garrulus) .


Maluku memiliki karakteristik potensi dan permasalahan pembangunan yang berbeda dari daerah lain di Indonesia karena wilayahnya didominasi oleh lautan (daratan Maluku hanya 10% dari total luas wilayahnya). Tidak sedikit masyarakat Maluku yang bermukim di pulau-pulau kecil, memiliki akses transportasi dan informasi yang sangat terbatas. Akibatnya pengembangan sumberdaya manusia dan pengelolaan sumberdaya alam di Maluku menjadi tantangan yang besar dalam membangun wilayah ini. Kondisi topografi pulau-pulau dalam wilayah Maluku yang sebagian besar bergunung-gunung menjadi tantangan yang besar dalam pengembangan infrastruktur, terutama dalam hal tingginya biaya pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
Sejauh ini, untuk menghubungkan pulau-pulau di Maluku dan mendukung pembangunan di wilayah tersebut, transportasi laut memiliki peran yang penting. Pelabuhan yang relatif cukup besar terdapat di Ambon dan Ternate. Sementara pulau-pulau lainnya hanya memiliki pelabuhan-pelabuhan kecil dan dermaga bagi kapal nelayan. Transportasi udara menjadi alternatif kedua terpenting selain transportasi laut. Di wilayah Maluku terdapat 13 bandara. Dua di antaranya adalah bandara dengan intensitas kegiatan yang cukup tinggi yaitu Bandara Pattimura di Ambon dan Bandara Sultan Baabulah di Ternate. By batukar.info

 

 


 

Pengiriman barang ke Maluku dibutuhkan perencanaan yang matang dan kehatian, kerena di kepulauan tersebut banyak pulau palu kecil dan infracture jalan pun masih kurang bagus, akan tetapi banyak kapal kapal rakyat dari Jakarta, Surabaya dan Manado yang singgah di Ambon, Ternate. Maluku atau daerah seribu pulau, memiliki tidak kurang dari 1.127 pulau besar dan kecil. Sebagian besar dari pulau-pulau tersebut adalah

pulau kecil yang beberapa di antaranya adalah pulau yang penting karena menjadi pusat pemerintahan dan memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, seperti pulau Ambon, pulau Ternate, pulau Kei Kecil dan pulau Dullah.
Secara historis, Maluku merujuk pada wilayah persekutuan dari empat kerajaan besar yaitu Jailolo, Ternata, Tidore dan Bacan. Wilayah persekutuan ini dikenal dengan istilah Moluku Kie Raha. Pengaruh kekuasaan persekutuan empat kerajaan ini terbentang luas dari Kepulauan Banda di Selatan P. Ambon, ke sekitar kepulauan Raja ampat di bagian Barat dan utara Papua, kepulauan Banggai di Timur Sulawesi, bahkan ke Mindanao di Selatan Filipina. Hingga saat ini pengaruh kerajaan dan sistem adat tersebut masih sangat kuat. Kuatnya pengaruh raja-raja dalam mengatur sebuah negeri atau desa dapat menjadi sistem pemerintahan alternatif bagi Maluku dalam era desentralisasi.

Sebagian besar masyarakat Maluku menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan. Komoditas perkebunan andalan mereka adalah cengkeh, pala dan kelapa. Baru-baru ini telah diupayakan usaha perkebunan jangka menengah seperti kakao sebagai alternatif dari perkebunan jangka panjang yang mendominasi sektor perkebunan di Maluku. Maluku juga terkenal sebagai daerah penghasil tanaman sagu. Sagu adalah makanan pokok bagi hampir seluruh masyarakat Maluku dan beberapa daerah lainnya di Kawasan Timur Indonesia.
Menjadi nelayan tradisional juga dilakukan oleh masyarakat Maluku sebagai mata pencaharian sampingan selain berkebun. Maluku terkenal sebagai salah satu daerah penghasil mutiara terbaik di dunia. Namun sangat disayangkan poensi sumberdaya laut Maluku lainnya, seperti potensi perikanan laut, masih belum dapat dimanfaatkan dengan optimal oleh masyarakat Maluku karena berbagai keterbatasan.



Selain potensi perkebunan dan sumberdaya laut, Maluku juga kaya akan bahan tambang. Sebut saja bahan tambang emas di Halmahera dan Maluku Utara, nikel di Gebe dan minyak bumi di Seram. Keanekaragaman hayati di wilayah Maluku terbilang unik. Hal ini disebabkan letak geografi Maluku yang berada di antara benua Australia dan Asia serta berada dalam wilayah penyebaran satwa Wallacea. Tidak sedikit flora dan fauna endemik yang hidup di Pulau ini, seperti burung bidadari halmahera (Semioptera wallacei), nuri tanimbar (Eos reticulata) dan kasturi ternate (Lorius garrulus) .



Maluku memiliki karakteristik potensi dan permasalahan pembangunan yang berbeda dari daerah lain di Indonesia karena wilayahnya didominasi oleh lautan (daratan Maluku hanya 10% dari total luas wilayahnya). Tidak sedikit masyarakat Maluku yang bermukim di pulau-pulau kecil, memiliki akses transportasi dan informasi yang sangat terbatas. Akibatnya pengembangan sumberdaya manusia dan pengelolaan sumberdaya alam di Maluku menjadi tantangan yang besar dalam membangun wilayah ini. Kondisi topografi pulau-pulau dalam wilayah Maluku yang sebagian besar bergunung-gunung menjadi tantangan yang besar dalam pengembangan infrastruktur, terutama dalam hal tingginya biaya pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
Sejauh ini, untuk menghubungkan pulau-pulau di Maluku dan mendukung pembangunan di wilayah tersebut, transportasi laut memiliki peran yang penting.
Pelabuhan yang relatif cukup besar terdapat di Ambon dan Ternate. Sementara pulau-pulau lainnya hanya memiliki pelabuhan-pelabuhan kecil dan dermaga bagi kapal nelayan. Transportasi udara menjadi alternatif kedua terpenting selain transportasi laut. Di wilayah Maluku terdapat 13 bandara. Dua di antaranya adalah bandara dengan intensitas kegiatan yang cukup tinggi yaitu Bandara Pattimura di Ambon dan Bandara Sultan Baabulah di Ternate. By batukar.info

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE
 
You are here  :

BERITA PERUSAHAAN

Latest Articles:

BERITA NUSANTARA

Latest Articles:

SUPPORT KAMI

Silahkan Hubungi customer support kami di :

  • Tel: (+62 21) 8455196 - 021 28671044
  • Fax: (+62 21) 8455296
  • Mobile / WA : 081281165723
  • Email: sales@jasakirimbarang.com
  • Website:www.jasakirimbarang.com

Lokasi :